Dari
17 Satuan Radar di Indonesia, Satuan Radar 213 Kepulauan Riau termasuk
memiliki peralatan radar tercanggih. Selain pesawat tempur F-16 block
52, di pertengahan 2012 mendatang, Satrad ini akan dilengkapi peralatan
rudal yang dapat mengamankan ibu kota.
Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas)
I, Marsekal Pertama TNI M Barkah,menyampaikan ada penambahan rudal itu
usai serah terima jabatan Dansatrad 213 dari Letkol Lek Wichid
Alchamdani Zen kepada Mayor Lek Budi, Rabu (7/12) di Markas Satrad 213
di Sri Bintan, Teluk Sebong.
Menurut Barkah, peralatan radar di Kepulauan Riau sudah paling bagus
karena dapat memantau penerbangan baik lokal maupun internasional dengan
jarak 240 meter per mil.
‘’Kita bekerja sama dengan Singapura dan lainnya. Jadi bila radar sipil
tidak terpantau maka akan terpantau dengan radar militer,” tuturnya.
Bila ada pesawat tak berizin, Satuan Radar akan melakukan prosedur
yang sudah ada. Seperti mengingatkan untuk kembali ke jalurnya. Tapi,
bisa juga dilakukan pengusiran melalui radio dan jika tidak digubris
bisa diterbangkan pesawat F-16.
‘’Namun, bila masuk tidak teridentifikasi, maka sasaran tersebut akan
diserahkan ke Kosek II,” terang Barkah sembari menambahkan kalau di
kawasan timur TNI memiliki Sukhoi.
Ditanya rencana penambahan personel di Satuan Radar 213 Kepri,
menurutnya belum perlu. ‘’Personelnya tetap hanya profesionalisme kita
tingkatkan lagi,’’ ungkap
Pangkosekhanudnas I mengimbau kepada Satuan Radar 213 lebih meningkatkan
menjaga wilayah karena sangat strategis dan berdekatan dengan negara
lain.
Sertijab Dansatrad
Serah terima jabatan Komandan Satuan Radar 213 dilakukan kemarin,
dari Letkol Lek Wichid Alchamdani Zen kepada Mayor Lek Budi. Mayor Lek
Budi sebelumnya menjabat di Pusat Operasi Komando Pertahanan Udara di
Jakarta, sedangkan Letkol Lek Wichid Alchamdani Zen akan menjabat
sebagai Direktur Diklat di Surabaya.
Pergantian jabatan dikatakan merupakan suatu hal yang dinamis dan
merupakan sebuah penyeragan di sebuah organisasi. Namun dari pergantian
itu, yang terpenting adanya peningkatan kinerja untuk memperoleh hasil
yang lebih baik.
Mayor Lek Budi yang baru diangkat menjadi Komandan Satuan Radar 213
mengatakan, ia bertekad akan menambah jam operasi Satuan Radar 213
Kepri dari 1/2 hari atau 12 jam menjadi 18 jam.
‘’Jam penerbangan akan kita tambah karena jalur penerbangan semakin banyak,” tegasnya.
Hadir dalam serah terima, Bupati Bintan Ansar Ahmad, Ketua DPRD
Bintan Lamen Sarihi, Kapolres Bintan AKBP Octo Budhi Prasetyo S,ik dan
Kadis UKM, Koperasi dan Perindag Dioan Nusa serta pejabat lainnya yang
ada di Tanjungpinang.(noc)